Jumat, 03 Desember 2010

menganalisis pemain Willie weathers menggunakan tahap identitas oleh tokoh Erikson dalam film Gridiron Gang

SINOPSIS FILM GRIDIRON GANG

Film ini berdasarkan pada kisah nyata (based on true story). Film ini berkisah tentang kondisi sosiologis remaja di Penjara Anak di seluruh Amerika Serikat karena berbagai tindak kriminalitas. Masuknya para remaja tersebut dilatarbelakangi oleh berbagai tindak kriminal yang bermacam-macam. Ada sebagian yang masuk jeruji penjara karena narkoba, ada yang karena mencuri, dan tidak sedikit yang terlibat pembunuhan. Munculnya tindak kriminalitas mereka tersebut tidak bisa lepas dari keberadaan keluarga mereka yang kacau (broken home) sehingga memaksa mereka mencari kasih sayang di jalanan. Ratusan bahkan ribuan remaja berkumpul karena alasan yang sama, broken home, kemudian bersosialisasi dan membentuk genk. Melalui kelompok-kelompok genk-genk inilah mereka hendak menunjukkan eksistensi dan saling memperoleh kasih sayang semu serta mendapatkan keluarga baru di jalanan dengan cara yang salah. Ujung-ujungnya, mereka menganggap pencurian, narkoba, perkelahian massal, dan membunuh adalah sebuah ritual biasa.

Karena tindakan-tindakan kriminal yang mereka lakukan tersebut akhirnya mereka harus masuk penjara di usia belia. Namun, hukuman penjara tidak memberikan efek jera bagi mereka. Tetapi mungkin justru menjadi tempat perkuliahan dan bertukar pikiran antar para penjahat. Film ini berdasarkan pada kisah nyata di Camp Kilpatrick, Para petugas di Camp Kilpatrick ingin mengurangi tingkat kenakalan remaja AS saat itu dengan cara mereka sendiri. Dan di dalam penjara ini, para penjahat kecil tersebut diberi kesempatan untuk membuktikan diri mereka bahwa mereka bukanlah sampah masyarakat, Beberapa penghuni Camp dipilih untuk dilatih menjadi pemain football dalam sebuah tim dari dalam penjara. Mereka diberi bekal motivasi melalui olahraga. Mereka dididik memiliki solidaritas dalam sebuah tim dengan cara yang lebih tepat. Mereka diberikan kesempatan untuk memperbaiki diri. Tak berhenti dengan berlatih football semata. Mereka pun diberi kesempatan untuk bertanding dalam sebuah liga football melawan tim-tim football di seantero AS, yang berasal bukan dari penjara. Dari sini, mereka belajar merasakan kegagalan, kekalahan, kesedihan, dan kekompakan dalam menjalani kehidupan.

ANALIS PEMAIN WILLIE WEATHERS MENGGUNAKAN TEORI ERIKSON TENTANG IDENTITAS DIRI

Menurut saya film ini sangat menarik, terutama seorang tokoh yang bernama Willie weathers. Willie adalah seorang anak remaja yang keluarganya tidak harmonis,karena ayahnya yang suka berjudi dan suka memukuli ibunya, dan willie pun sangat kurang kasih sayang orang tua karena itu dia mempunyai genk jalanan bersama teman-temannya yang lain.sampai akhirnya willie masuk penjara karena membunuh ayahnya yang sering memukuli ibunya,sebenarnya itu semua willie lakukan karena tidak ingin melihat ibunya selalu dipukuli ayahnya,namun walau begitu willie tetap harus melakukan hukuman di penjara anak tersebut.

Saya tertarik menganalisis kasus willlie tentang identitas dirinya,karena di dalam membentuk identitas diri seseorang sebenarnya merupakan tugas sepanjang hidup, namun pada masa remaja tugas ini menjadi penting sebab berkaitan dengan perubahan fisik yang pesat, sosial, dan kognitif. menurut erikson Tugas perkembangan yang utama pada masa remaja adalah tercapainya identitas diri. Keberhasilan remaja dalam mencapai identitas diri akan mengakibatkan keseimbangan dan pribadi yang sehat, sebaliknya apabila remaja gagal mencapai identitas diri maka remaja berada pada situasi kritis identitas atau kekacauan identitas. Hal ini akan membawa remaja pada gangguan psikologis karena remaja sering menghadapi konflik, kebingungan bahkan ketidakpastian pada dirinya dan gangguan psikologis ini akan tampak pada perilaku remaja yang mudah marah, mudah tersinggung dan sebagainya.karena itulah kenapa identitas ini penting untuk dibentuk oleh setiap individu terutama anak-anak yang beranjak remaja.

Erik Erikson (1902-1994) mengatakan bahwa terdapat delapan tahap perkembangan terbentang ketika kita melampaui siklus kehidupan. Masing-masing tahap terdiri dari tugas perkembangan yang khas dan mengedepankan individu dengan suatu krisis yang harus dihadapi. Bagi Erikson, krisis ini bukanlah suatu bencana, tetapi suatu titik balik peningkatan kerentanan dan peningkatan potensi.

Semakin berhasil individu mengatasi krisis, akan semakin sehat perkembangan mereka. Berikut adalah beberapa tahap krisis perkembangan menurut Erik Erikson:

1.Kepercayaan dan ketidakpercayaan (trust versus mistrust)

2.Otonomi dengan rasa malu dan keragu-raguan (autonomy versus shame and doubt)

3.Prakarsa dan rasa bersalah (initiative versus guilt)

4.Tekun dan rendah diri (industry versus inferiority)

5.Identitas dan kebingungan identitas (identity versus identity confusion)

6.Keintiman dan keterkucilan (intimacy versus isolation)

7.Bangkit dan berhenti (generality versus stagnation)

8.Integritas dan kekecewaan (integrity versus despair)

Namun diantara ke 8 tahap erikson diatas,willie hanya memasuki beberapa tahap yaitu,

5.Identitas dan kebingungan identitas (identity versus identity confusion)

Adalah tahap kelima yang dialami individu selama tahun-tahun masa remaja. Pada tahap ini mereka dihadapkan oleh pencarian siapa mereka, bagaimana mereka nanti, dan ke mana mereka akan menuju masa depannya. Satu dimensi yang penting adalah penjajakan pilihan-pilihan alternatif terhadap peran. Penjajakan karir merupakan hal penting. Orangtua harus mengijinkan anak remaja menjajaki banyak peran dan berbagai jalan. Jika anak menjajaki berbagai peran dan menemukan peran positif maka ia akan mencapai identitas yang positif. Jika orangtua menolak identitas remaja sedangkan remaja tidak mengetahui banyak peran dan juga tidak dijelaskan tentang jalan masa depan yang positif maka ia akan mengalami kebingungan identitas.

Willie memasuki tahap kebingungan identitas karena willie masih bingung terhadap dirinya sendiri dan diapun masih tidak tau mau jadi apa dia kelak,disini orang tua williepun tidak pernah mau tau apa yang dilakukan willie,sampai akhirnya willie kurang kasih sayang dan memilih bergabung bersama teman geng nya di jalanan,namun sebenarnya willipun masih bingung tentang dirinya sendiri apakah hal itu baik apa tidak,karena orang tuanya sendiripun tidak pernah memberi tau mana yang baik dan buruk.

6.Keintiman dan keterkucilan (intimacy versus isolation)

Tahap keenam yang dialami pada masa-masa awal dewasa. Pada masa ini individu dihadapi tugas perkembangan pembentukan relasi intim dengan orang lain. Saat anak muda membentuk persahabatan yang sehat dan relasi akrab yang intim dengan orang lain, keintiman akan dicapai, kalau tidak, isolasi akan terjadi.

Di tahap ini williepun membentuk geng bersama teman-temannya yang lain,di sini willie sangat terlihat kekerabatan atau kekompakkannya terhadap teman-teman geng nya,bisa dilihat saat willie dan teman-teman 1 geng nya berusaha mati-matian membalas atau mengejar kelompok geng lain karena sudah membunuh saudara sepupunya roger weathers.disini keintiman persahabatan yang dijalin willie terhadap teman geng nya sangat terlihat walaupun itu dengan cara yang salah, namun pada tahap ini keintiman yang dijalani willie tercapai.

7.Bangkit dan berhenti (generality versus stagnation)

Tahap ketujuh perkembangan yang dialami pada masa pertengahan dewasa. Persoalan utama adalah membantu generasi muda mengembangkan dan mengarahkan kehidupan yang berguna (generality). Perasaan belum melakukan sesuatu untuk menolong generasi berikutnya adalah stagnation.

Pada tahap ini willie merasa bahwa dirinya ternyata bukan orang yang berguna,willie merasa tidak bisa focus atau ketakutan saat menghadapi lawannya sewaktu bermain football,dan hal itu membuatnya merasa tidak pantas didalam tim football itu karena tidak bisa membantu apa-apa (stagnation),namun willie terus berusaha agar ia bisa focus dan terus berlatih menghadapi ketakutannya menghadapi lawan saat berlatih ,dan membuat tim nya menang dalam pertandingan football (generality).

8.Integritas dan kekecewaan (integrity versus despair)

Tahap kedelapan yang dialami pada masa dewasa akhir. Pada tahun terakhir kehidupan, kita menoleh ke belakang dan mengevaluasi apa yang telah kita lakukan selama hidup. Jika ia telah melakukan sesuatu yang baik dalam kehidupan lalu maka integritas tercapai. Sebaliknya, jika ia menganggap selama kehidupan lalu dengan cara negatif maka akan cenderung merasa bersalah dan kecewa.

Pada tahap ini integritas Willie Weathers tercapai, karena willie sudah bisa belajar dari masa lalunya namun tidak kembali lagi ke masa lalu yang buruk itu.willie pada akhirnya dapat memberikan yang terbaik untuk hidupnya kedepan, ia mendapatkan beasiswa penuh untuk bermain football di sebuah sekolah asrama ternama. Dan Ia sudah meninggalkan dunia genk-nya.

Jadi di dalam film ini willie weathers memasuki tahap identitas erikson yaitu diantaranya, identity versus identity confusion,intimacy versus isolation,generality versus stagnation,integrity versus despair.

CUAP-CUAP PENULIS

Jadi Menurut saya, film ini sangat pantas ditonton oleh para remaja terutama remaja SMP dan SMA yang sedang mencari identitas diri agar dapat menentukan arah yang tepat. film ini menurut saya , sebenarnya juga sangat pantas untuk ditonton oleh para guru di sekolah-sekolah yang terbiasa menggunakan pendekatan sanksi dan hukuman kepada anak didiknya yang melakukan pelanggaran agar berusaha memberikan pendekatan yang lebih kekeluargaan terhadap anak didiknya yang melakukan pelanggaran-pelanggaran dan terlibat kenakalan remaja. Karena bisa dilihat dari faktanya film ini bahwa hukuman dan sanksi tidak membuat mereka jera tetapi justru membuat mereka semakin kuat dan ”kreatif” untuk berulah.

Kamis, 10 Juni 2010

kuis psikologi anak (anak dan media)

Anak dan Media : Good Manners Vs Upin & Ipin
Hemmm..siapa sih yang gag tau upin & ipin yang sering di tayangin d tv? Gag perlu anak-anak,namun banyak orang yang suka nonton upin & ipin di tv.betul..betul..betul..:D..saking banyak yang seneng sama kartun inii, jadi gak salah donk kalo sekarang sampe dibuat komiknya segalaa looo..asik kaann..;p
Nah tapii di materi anak dan media kali nii kita gag Cuma ngebahas komik upin &ipin ajaa nii..soalnyaa niii ada buku yang bagus banget buat di baca dan membantu anak-anak untuk bersosialisasi. Kaloo gituu yuukk kita lihat apa sih bedanya buku Good Manners Hello!Halo ama komik Upin &Ipin ???
Yuukkzzz intiipp yuukkk…*yukk..yaaaakkk..yyyuuuuukkk..;p

Data umum
Jenis : Buku
Judul : Good Manners Hello ! Halo !
32 halaman, tahun 2001

Jenis : Komik
Judul : Upin & Ipin Ayo Berkebun
36 halaman, tahun 2010

Penyampaian content
Buku bergambar, berwarna (buku good manners)
Komik full warna (komik upin dan ipin)

Content
*buku good manners
Berisi tiga cerita sangat pendek : pertama, bercerita tentang anak yang tidak membalas sapaan tetangganya. Kedua, bercerita tentang anak yang menyapa temannya tapi tidak dihiraukan oleh temannya. Dan ketiga, bercerita tentang anak yang melihat temannya bermain bola kemudian di ajak oleh temannya untuk ikut bermain bersama.
*komik upin dan ipin
Bercerita tentang Upin & Ipin yang tidak diperbolehkan kakaknya untuk bermain agar membantu kakak dan neneknya untuk berkebun, menanam sawi. Mereka berkebun dibantu juga oleh meimei yang memang senang berkebun. Meimei menjelaskan cara berkebun yang benar dan memberitahu binatang apa yang baik dan tidak baik bagi tanaman. Sedangkan Ihsan tidak mau membantu dan dijahili oleh Upin & Ipin dengan siput dan ulat. Namun, akhirnya mereka berdua yang kena getahnya, tersiram air campuran pupuk kandang.
Tujuan/materi yang ingin disampaikan/ pelajaran yang bisa diambil
*buku good manners
· Menyapa dan membalas sapaan orang lain itu perlu
· Memahami perasaan orang lain
· Simpati dan empati terhadap orang lain
*komik upin dan ipin
· Makan sayur itu sehat
· Cara-cara berkebun
· Tidak baik berperilaku usil pada orang lain/teman
· Anak mempunyai tanggung jawab terhadap rumahnya, tidak hanya bermain
Sasaran pembaca/penonton
*buku good manners
· Semua umur namun lebih cocok untuk anak-anak usia 3-5 tahun untuk melatih sosialisasi, simpati, dan empati anak sejak dini, menghormati dan mengahargai perasaan dan keberadaan orang lain (misalnya orang tua, teman, tetangga dll.) Dikemas dalam bentuk buku berwarna sehingga menarik bagi anak-anak
· Cocok bagi anak laki-laki dan perempuan karena semua anak perlu memiliki kemampuan bersosialisasi yang baik, empati terhadap orang lain, tidak memandang ia laki-laki atau perempuan
*komik upin & ipin
· Semua umur namun lebih cocok untuk anak-anak usia taman kanak-kanak hingga sekolah dasar untuk membiasakan anak membantu anggota keluarga yang lain, memberikan tanggung jawab kepada anak sejak dini, memberitahu anak agar tidak usil pada orang lain terutama temannya sendiri. Dikemas dalam bentuk komik full warna dengan profil tokoh yang lucu-lucu sehingga sangat menarik anak.
· Cocok bagi anak laki-laki maupun perempuan karena komik ini dikemas khusus sehingga sangat menarik untuk dibaca.
Pengemasan media (kelebihan & kelemahan)
Kelebihan buku good manners :
· Buku dikemas bergambar dan berwarna, menggunakan dua bahasa (Inggris dan Indonesia), gambar sederhana dan mudah dicerna, sesuai tujuan dan sesuai usia yang dituju sehingga bermanfaat bagi anak, bahasa yang digunakan lugas dan jelas.
Kelemahan :
· Gambar kurang menarik (tidak lucu) bagi anak-anak, warna gambar terlihat pudar sehingga anak kurang tertarik,
Kelebihan komik upin dan ipin :
· Dikemas dalam bentuk komik full warna, gambar berupa animasi 3 dimensi, sesuai usia yang dituju, sesuai tujuan sehingga bermanfaat bagi anak
Kelemahan :
· Ceritanya terlalu bertele-tele, pesan yang disampikan tidak mudah dimengerti oleh pembaca apalagi anak-anak.
Teori yang relevan
*buku good manners
Menurut Jean Piaget anak usia 3-5 tahun masuk dalam tahap pra-oprasional yaitu anak tidak bisa melihat dari sudut pandang orang lain. Buku ini mengajarkan anak untuk dapat mengerti perasaan orang lain. Dalam tahap ini, anak juga belum mampu berpikir sistematis dan rumit. Buku ini menampilkan cerita bergambar dengan kata-kata yang lugas dan mengena sehingga mudah dimengerti oleh anak.
*komik upin & ipin
Menurut Jean Piaget anak usia taman kanak-kanak dan sekolah dasar memiliki kecenderungan untuk meniru orang di sekelilingnya. Komik ini menceritakan hal-hal baik yang dapat ditiru oleh anak-anak termasuk dalam hal berteman.

Analisis dari kedua media :
Buku Good Manners merupakan buku yang bagus untuk dibaca anak-anak karena buku ini mengajari anak tentang pentingnya menyapa dan membalas sapaan orang lain, berempati, serta menghormati dan menghargai perasaan orang lain. Sedangkan komik Upin & Ipin merupakan komik hiburan bagi anak-anak namun tetap memberikan pesan yang baik tapi disajikan secara tersirat sehingga anak perlu bimbingan orang yang lebih tua untuk mencernanya.
Buku Good Manners disajikan dengan konsep cerita bergambar dan berwarna namun kurang menarik, menggunakan bahasa yang ringan, lugas dan mudah dimengerti. Sedangakan komik Upin & Ipin disajikan dengan konsep gambar animasi 3 dimensi dengan warna yang sangat menarik namun bahasanya kurang dapat dimngerti terutama oleh anak-anak
My opinion/conclusion :
Heemmm..kaloo menurutkuu pribadii sii emang upin&ipin tuu lebih lucu dan menarik isi komiknya buat dibaca anak-anak, dan pasti deh kalo ada anak kecil bakal pilih nii komik soalnya buat ngeliat gambarnya ajaa pasti uda sukaa.hahahaha..tapii..kalo di dalam komik nii kayaknya untuk anak kecil bakal susah ngerti untuk tau pesan di dalam cerita tersebut,jadi butuh penjelasan extra buat orang tua nerangin apa maksud cerita dari komik tersebut,soalnyakan anak2 jaman sekarang suka banget tuu pengen tauu.(kayak ade sepupu saya yang masih kecil,kalo dia gak tauu,ampuunn pastii cerewet sukaa Tanya,Tanya..”kenapa??” “apa tuu??” “kenapa tuu??” ..huufth..ampe bingung mau jawab apaa TT)
Nah sedangkan buku good manners beda banget ama komik upin & ipin ,karena menurut saya buku ini bagus banget buat anak-anak agar mereka mengerti bagaimana cara bersosialisasi dengan orang lain,jadii saran saya buat para orang tua,sebaiknya lebih bagus kalo memberikan buku seperti buku good manners ini pada anak-anak berusia 3-5 tahun,supaya anak lebih mudah mengetahui bahwa bersosialisasi itu penting,dan buku ini juga bergambar yang membuat anak tetap mau melihat dan membaca isinya,dan orang tuapun bisa dengan mudah menjelaskan pada anak arti dan maksud isi dan gambar yang ada di dalam buku good manners ini,tidak hanya itu,bagi para orang tua yang ingin anaknya belajar bahasa inggris sejak dini,buku ini bisa membantu para orangtua untuk mengajari bahasa inggris dasar bagi anaknya,karena buku ini menggunakan dua bahasa,bahasa inggris dan Indonesia.
Nah udaa tauu dunn apa bedanya komik upin & ipin ama buku good manners buat anak-anak atau mungkin buat adek-adek kita..;)..heemm..moga-moga bermanfaat,hehehehe..ywdaa deh kayaknyaa ampee sinii duluu..kapan-kapan lanjut..mau mandii duluu niii ..hohohoho…:p
^^v

Jumat, 04 Juni 2010

anak dan media

wahh..blog terakhir nii kayaknya..blog ke 6..hehehe..hmm..tentang anak dan mediaa..waahhh..apaa yaaa???

"power ranger..berubah..!!" "ayo cepat kita serang merekaa..'' kayaknya itu deh beberapa kalimat yang sering kita dengar yang kebanyakan diucapkan oleh anak laki-laki yang baru beranjak TK.
ataupun anak perempuan yang sering mengikuti gerakan-gerakan kartun favorit mereka di televisi,misalnya saja menirukan gaya Dora.

nah kayak gitu itu beberapa perkataan dan perilaku yang ditirukan oleh anak-anak dari media, yaitu televisi. Mungkin hal tersebut masih dapat dikatakan beruntung karena apa yang ditirukan tidak sampai melukai orang lain secara fisik dan mental, bahkan cenderung terlihat lucu bagi orang dewasa didekatnya.

Tetapi bagaimana jika anak menyaksikan tayangan yang penuh dengan adegan kekerasaan, kemudian menirukannya, misalnya: anak menirukan adegan pada acara televisi smack down lalu ia memukul temannya, loncat dari ketinggian dan menindih temannya, hingga teman kesakitan atau dirinya terluka. haduuu..ngerii banged gag sii kalo uda gini?? jangan sampe deh..

hemm..mau tau gag Mengapa anak-anak mudah sekali menirukan adegan-adegan yang ditayangkan oleh Televisi?

Seperti kita ketahui bahwa anak-anak senang sekali menonton TV. Mereka tidak segan-segan untuk duduk di depan kotak ajaib tersebut selama berjam-jam. Dalam sebuah penelitian, anak-anak usia pra sekolah menunjukkan minat yang lebih besar pada TV ketimbang usia sekolah. Hal ini dikarenakan anak balita cenderung terbatas teman bermainnya dan lebih banyak tinggal dirumah.

Namun hal ini cukup berbahaya bagi perkembangan karakter anak jika tidak terkontrol karena mereka jika melihat sesuatu langsung dimasukkan dan percaya tanpa dipilih-pilih. Mereka akan lebih mudah merekam hal-hal yang menyenangkan dan berlangsung terus menerus. Hal ini terjadi karena mereka tidak punya pengalaman, dan dalam benak mereka belum ada program penyaring.

Anak- anak mampu membedakan kenyataan dan fantasi pada usia sembilan tahun. Sehingga anak-anak dibawah usia 9 tahun membutuhkan dampingan orang tua untuk mengetahui manakah hal-hal yang nyata dan yang hanya sekedar fantasi.

Banyak hal yang belum diketahui oleh seorang anak, oleh karena itu jika tidak ada yang memberi tahu ia akan mencari sendiri dengan mencoba-coba dan meniru dari orang dewasa. Apakah hasil percobaan maupun peniruannya benar atau salah, anak mungkin tidak tahu. Di sinilah tugas ayah dan bunda untuk selalu memberi pengertian kepada anak secara konsisten. nah tapii menurut Albert Bandura nih, seorang tokoh Psikologi (tentunya), sikap, tabiat dan tingkah laku individu itu dipelajari dan ditiru dari interaksinya dengan dengan orang lain.

Bandura mengatakan individu meneruskan ataupun mengubah sikap dan tabiatnya karena adanya faktor-faktor pengukuh yang mempengaruhi perilakunya. Menurut Teori Bandura, ada dua jenis faktor penguat. Yang pertama adalah faktor-faktor di luar diri individu, yaitu kejadian yang dialaminya secara langsung akibat perilakunya. Salah satu contoh faktor pengukuh adalah pujian dan celaan yang diterima setelah melakukan sesuatu perbuatan. Faktor penguat kedua adalah faktor-faktor yang berasal dari individu itu sendiri, konsep diri dan harga diri yang akan mempengaruhi sikap, tabiat dan perilaku nya.

Dari orang-orang di sekeliling, individu akan belajar role-playing atau bermain peran. Setiap hari, seseorang bermain peran, karena dia selalu membayangkan dirinya berfikir, berbuat dan berasa seperti orang lain. Individu itu membayangkan apa yang akan dilakukan dan apa yang akan dikatakan oleh orang lain tentang dirinya. Dia juga membayangkan apabila dia sendiri yang berada dalam keadaan mereka, apa yang akan dilakukannya ataupun apa yang akan dikatakan. Hal ini menjadikan orang lain menjadi sumber sikap, tabiat dan tingkah laku individu.

Dengan kata lain individu akan meniru kesan dari sikap, tabiat dan tingkah laku yang ditangkap dari model, melakukan role-model atau model peranan. Individu itu mempelajari dan mengamalkan suatu sikap, tabiat dan tingkah laku dengan memerhatikan sikap, tabiat dan tingkah laku orang lain di sekelilingnya. Orang yang ditiru disebut model.

Pada umumnya role-model anak-anak adalah orang tua, karena orang tua merupakan figur terdekat anak dan dianggap memiliki frekuensi berinteraksi dengan anak yang cukup sering. Namun ketika anak lebih sering berinteraksi dengan media televisi, maka ia akan lebih banyak mempelajari banyak hal dari televisi. Untuk mempelajarinya ia melakukan modelling (meniru) terhadap berbagai hal yang ia saksikan di media tersebut. Karena keterbatasan kemampuan kognitif, dan pengetahuan yang dimiliki, maka anak-anak langsung saja menirukan hal-hal yang ia saksikan.

Perbuatan meniru-niru orang lain mempunyai kebaikan. Apabila tabiat yang kita tiru adalah tabiat-tabiat positif seperti bersedekah, belajar ilmu-ilmu baru dan rajin bekerja. Sikap ini mempunyai keburukan apabila individu itu meniru-niru perbuatan yang tidak ada kebaikan, tentunya akan memberikan kerugian bagi diri sendiri.

heemm..ternyata ngerii banget yaa kaloo seorang anak udah terpengaruh media,salah satunya media televisi. makanya disaat tumbuh kembangnyaa anak,kayaknya ada baiknya nii (ciieee..sok nasehatin juga ;p) kalo orang tua turut serta di dalamnya,jadii yaa kalo anak lagi nonton tv,jangan dibiarkan anak nonton tv sendirian,ada baiknya orang tua ikut menonton tv sambil memberikan pengarahan baik dan buruk serta boleh atau tidaknya ditiru adegan di film tersebut,,tapii emang ,yaaa..kudu sabarr jugaaa sii ngadepin anak kecil..hehehehee..
namanya jugaa anak-anak ^^v

anak dan sekolah

heemmh..blog ke 5 nii..hehe..tentang anak dan sekolah..
wah kalo ini sii pendidikan anak
memang sangat penting. Pendidikan dari sekolah akan membantu seorang anak bukan hanya mengerti teori dari mata pelajaran yang diajarkan, namun yang terpenting yaitu cara belajar yang terstruktur dan baik. Dengan pendidikan yang baik, maka masa depan seorang anak akan lebih terencana dan terjamin. Namun, apakah pendidikan seorang anak hanya dilimpahkan pada sekolah saja? Bagaimana dengan peranan orang tua?

anak dan sekolah..

hemmm..sekolah itu sendiri sebenarnya apa sii..??Kata sekolah berasal dari bahasa Yunani yaitu skho·le´ yang berarti "waktu terluang". Namun dapat juga diartikan menggunakan waktu luang untuk kegiatan belajar. Belakangan kata ini digunakan untuk menunjukkan tempat diselenggarakan kegiatan belajar. Memang pada masa awal kegiatan belajar di tempat khusus seperti ini hanya bisa dinikmati oleh golongan kaya di Yunani. Demikian juga pada zaman dahulu di negeri-negeri lainnya, kegiatan belajar di sekolah hanya bisa dinikmati oleh golongan elit saja.

Saat ini, pendidikan di sekolah telah dapat dinikmati oleh berbagai kalangan dan golongan. Berbagai sekolah didirikan untuk menjadi tempat atau sarana pendidikan bagi anak. Berbagai kurikulum juga dikembangkan untuk sekolah agar dapat membantu anak memiliki cara belajar yang baik dan bermutu. Bagi sebagian besar masyarakat, mereka bisa mendapatkan pendidikan umum di sekolah dengan mudah. Yang termasuk pendidikan umum adalah pendidikan dasar dan pendidikan menengah. Beberapa jenjang pendidikan yang ada di berbagai sekolah di Indonesia yaitu:

  • Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)

    Pendidikan Anak Usia Dini atau PAUD adalah jenjang pendidikan paling awal. Jenjang pendidikan ini memang tidak wajib diikuti seorang anak, mengingat orang-tua juga memiliki kemampuan penuh untuk melakukannya. Pada jenjang ini, anak akan dibina agar siap memasuki pendidikan umum. Karena itu, pada jenjang ini lebih ditekankan untuk merangsang pikiran anak dan perkembangan jasmani seorang anak.
    • Usia: 0 - 6 tahun
    • Contoh: Kelompok bermain (play group) dan Taman Kanak-kanak (TK)
  • Pendidikan Dasar

    Pendidikan dasar adalah pendidikan yang wajib diikuti seorang anak selama 9 tahun. Pendidikan ini merupakan awal dari pendidikan seorang anak karena melatih seorang anak untuk membaca dengan baik, mengasah kemampuan berhitung serta berpikir. Pendidikan dasar mempersiapkan seorang anak untuk memasuki jenjang pendidikan menengah. Pendidikan dasar umumnya dibagi menjadi 2 tahap, yaitu 6 tahun pertama di kelas 1 sampai 6. Kemudian dilanjutkan tahap berikutnya pada kelas 7 sampai 9 selama 3 tahun.
    • Usia: mulai usia 7 tahun
    • Contoh pendidikan dasar tahap pertama (6 tahun): Sekolah Dasar (SD), Madrasah Ibtidaiyah (MI)
    • Contoh pendidikan dasar tahap kedua (3 tahun): Sekolah Menengah Pertama (SMP), Madrasah Tsanawiyah (MT)
  • Pendidikan Menengah

    Pendidikan menengah merupakan lanjutan pendidikan dasar. Pendidikan menengah diselenggarakan selama 3 tahun. Beberapa jenis pendidikan menengah juga telah mempersiapkan seseorang memiliki keterampilan tertentu untuk dipersiapkan langsung ke lapangan kerja.
    • Contoh: Sekolah Menengah Atas (SMA), Madrasah Aliyah (MA)
    • Contoh sekolah kejuruan: Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Madrasah Aliyah Kejuruan
  • Pendidikan Tinggi

    Pendidikan tinggi merupakan lanjutan dari pendidikan menengah. Pendidikan tinggi diselenggarakan bukan lagi di sekolah melainkan di perguruan tinggi.
    • Contoh: Akademi, Politeknik, Sekolah Tinggi, Institut, Universitas

Kunci Pendidikan yang Baik

Sekolah telah menyediakan serangkaian materi untuk mendidik seorang anak hingga dewasa termasuk perkembangan dirinya. Namun, tanggung jawab pendidikan bukan semata-mata menjadi tanggung jawab sekolah. Kunci menuju pendidikan yang baik adalah keterlibatan orang dewasa yaitu orang-tua yang penuh perhatian. Jika orang-tua terlibat langsung dalam pendidikan anak-anak di sekolah, maka prestasi anak tersebut akan meningkat. Setiap siswa yang berprestasi dan berhasil menamatkan pendidikan dengan hasil baik selalu memiliki orang-tua yang selalu bersikap mendukung. Apa yang dapat dilakukan oleh orang-tua bagi anaknya setelah mereka memasuki pendidikan di sekolah? Berikut ini beberapa hal yang perlu dilakukan oleh orang-tua agar anaknya dapat berprestasi di sekolah.

  • Dukungan Orang-Tua

    Orang-tua sebaiknya memberi perhatian kepada anak-anak mereka dan menanamkan kepada mereka nilai dan tujuan pendidikan. Mereka juga berupaya mengetahui perkembangan anak mereka di sekolah. Caranya adalah dengan berkunjung ke sekolah untuk melihat situasi dan lingkungan pendidikan di sekolah. Menaruh minat terhadap aktivitas sekolah akan secara langsung mempengaruhi pendidikan anak Anda.
  • Kerja Sama dengan Guru

    Biasanya apabila timbul masalah-masalah gawat, barulah beberapa orang-tua menghubungi guru anak-anak mereka. Sebaiknya, orang-tua perlu mengenal guru di sekolah dan menjalin hubungan yang baik dengan mereka. Berkomunikasilah dengan guru untuk perkembangan anak Anda. Guru juga perlu diberitahu bahwa Anda memandang penting pendidikan anak Anda di sekolah sebagai bagian kehidupannya. Ini akan membuat guru lebih memperhatikan anak Anda. Hadirilah pertemuan orang-tua murid dan guru yang diselenggarakan oleh sekolah. Pada pertemuan ini, Anda memiliki kesempatan untuk mengetahui prestasi akademis anak Anda serta perkembangan anak Anda di sekolah.

    Jika seorang guru mengatakan hal yang buruk mengenai anak Anda, dengarkan guru tersebut dengan penuh respek, dan selidiki apa yang ia katakan. Anda juga dapat menanyai guru-guru di sekolah mengenai prestasi, sikap, dan kehadiran anak di sekolah. Jika seorang anak sering bermuka dua, maka penjelasan dari guru bisa jadi mengungkap hal-hal yang disembunyikan anak Anda saat bersikap manis di rumah.
  • Sediakan waktu untuk anak

    Selalu sediakan waktu yang cukup banyak bagi anak Anda. Jika anak pulang sekolah, umumnya mereka cukup stres dengan beban pekerjaan rumah, ulangan, maupun problem lainnya. Sungguh ideal jika orang-tua misalnya seorang ibu berada di rumah pada saat anak-anak di rumah. Seorang anak akan senang bercerita ketika pulang sekolah seraya mengeluarkan semua keluhan dan bebannya kepada orang-tua. Bisa jadi mereka mulai menceritakan teman-temannya yang nakal yang mulai menawari rokok dan narkoba. Anda bisa segera tanggap dengan hal tersebut jika Anda menyediakan waktu bagi anak-anak Anda.
  • Awasi kegiatan belajar di rumah

    Tunjukkan Anda berminat pada pendidikan anak Anda. Pastikan anak-anak Anda sudah mengerjakan pekerjaan rumah (PR) mereka. Wajibkan diri Anda untuk mempelajari sesuatu bersama anak-anak Anda. Membacalah bersama-sama mereka. Jangan lupa jadwalkan waktu setiap hari untuk memeriksa pekerjaan rumah anak Anda. Kendalikan waktu menonton TV, Internet dan bermain game dari anak-anak Anda.
  • Ajari tanggung jawab

    Sekolah umumnya akan memberi banyak tugas untuk dipersiapkan anak di rumah dan di sekolah. Apakah mereka mengerjakan tugas-tugas itu dengan benar dan baik? Seorang anak dapat bertanggung jawab mengerjakan tugas mereka di sekolah jika Anda telah mengajar mereka untuk mengerjakan tanggung jawab di rumah. Cobalah mulai memberikan anak Anda pekerjaan rumah tangga rutin setiap hari seperti membersihkan tempat tidur sendiri menurut jadwal yang spesifik. Pelatihan di rumah seperti itu akan membutuhkan banyak upaya di pihak Anda karena perlu diawasi. Tetapi hal itu akan mengajar anak Anda rasa tanggung jawab yang mereka butuhkan agar berhasil di sekolah dan di kemudian hari dalam kehidupan.
  • Disiplin

    Jalankan disiplin dengan tegas namun dengan penuh kasih sayang. Jika Anda selalu menuruti keinginan anak, maka mereka akan menjadi manja dan tidak bertanggung jawab. Problem lain bisa muncul jika Anda terlalu memanjakan anak Anda seperti seks remaja, narkoba, prestasi yang buruk, dan masalah lainnya.
  • kesehatan

    Jaga kesehatan anak Anda agar prestasi belajarnya tidak terganggu. Buat jadwal tidur yang cukup untuk anak Anda. Anak-anak yang kelelahan tidak dapat belajar dengan baik. Lalu hindari makanan seperti junk food, karena selain menyebabkan problem obesitas, juga mendatangkan pengaruh yang buruk terhadap kesanggupannya untuk berkonsentrasi.
  • Jadi teman terbaik

    Jadilah teman terbaik bagi anak Anda. Luangkan waktu untuk berbagi berbagai hal dengan mereka. Seorang anak membutuhkan semua teman yang matang yang bisa ia dapatkan.

Sebagai orang-tua, Anda dapat menghindari banyak problem dan kekhawatiran atas pendidikan anak Anda dengan mengingat bahwa kerja sama yang sukses dibangun di atas komunikasi yang baik. Kerja sama yang baik dengan para pendidik di sekolah juga dapat membantu melindungi anak Anda.

wahhh..kayaknya uda lengkap nii buad para ibu-ibu apalagi ibu-ibu muda atau mungkin bekal temen-temen yang mau nikah muda trus punya anak biar anaknya ntr bisa kita rawat (emangnya taneman..) dengan baik dan mempunyai pendidikan dan sekolah yang baik nantinya..amiin..^^V

anak dan teman

wah.. blog ke 4 nii..tentang anak dan teman..heeemmmhh..
berhubung aye belum punya anak nii jadii yaa sebenarnya kurang tauu juga gimana kalo seorang ada dengan temannya,hehehehe..tapiii..darii salah satu sumber si internet yang pernah aku baca,katanya nih Seorang anak yang memiliki ikatan yang kuat dengan sang ibu selama masa sebelum sekolah bisa memicu anak lebih mudah mendapatkan teman saat sudah sekolah nanti.
hemm..kira-kira bener gag yaa ??

katanya sih "Fakta yang meyakinkan, hubungan emosional yang terbuka antara ibu dan anak, akan membantu anak-anak lebih bisa mengembangkan segala sesuatu lebih positif sehingga mengurangi prasangka terhadap yang lain. Ini juga bisa membantu menjalin persahabatan yang lebih baik selama masa awal sekolah," ujar peneliti Nancy McElwain dari University of Illinois.McElwain dan tim, meneliti 1.071 anak-anak dari National Institute of Child Health and Human Development Study of Early Child Care and Youth Development.

Peneliti menemukan hubungan antara ibu dan anak dimulai saat usia 3 tahun. Bagaimana terbukanya ibu terhadap anak-anak maupun sebaliknya serta komunikasi mengenai emosional sudah terjalin saat anak-anak berusia 4-4,5 tahun. Pada usia tersebut dan mulai masuk taman kanak-kanak, anak-anak dinilai dalam kemampuan bahasa dan bagaimana anak-anak tersebut berinteraksi terhadap sesama teman dalam situasi sosial yang baru. Selain itu, guru dan ibu diminta untuk melaporkan bagaimana kualitas hubungan anak-anak dengan teman dekatnya di kelas.Anak-anak yang memiliki hubungan yang dekat dengan ibunya akan mulai terbuka secara emosional pada usia 3 tahun dan memiliki kemampuan berbahasa yang lebih baik saat berusia 4-4,5 tahun. Hasil ini menunjukkan bahwa cara anak menafsirkan kelakuan orang lain mungkin dimulai dari perkembangan awal dari hubungan di dalam keluarga, dan interpretasi ini menjadi penting untuk membantu anak mendapatkan teman-teman baru suatu saat nanti.

Ketika anak-anak merasa nyaman berbicara tentang emosinya khususnya emosi yang negatif, ini akan meningkatkan persaingan sosial dengan teman sekelas dan membantu anak lebih mudah untuk mendapatkan teman. Semoga sajaa..kita doakan ajaa yang terbaik..:)

Selasa, 18 Mei 2010

perkembangan diri dan identitas

hemm..blog ke tigaa nii..hehehe..akuu mau nulis tentang perkembangan diri dan identitas..jadii kayaknya aku nulis dulu pengertian tentang konsep perkembangan diri dan identitas ituu..nah di dalam membentuk identitas diri seseorang sebenarnya merupakan tugas sepanjang hidup, namun pada masa remaja tugas ini menjadi penting sebab berkaitan dengan perubahan fisik yang pesat, sosial, dan kognitif. nah menurut erikson nii Tugas perkembangan yang utama pada masa remaja adalah tercapainya identitas diri. Keberhasilan remaja dalam mencapai identitas diri akan mengakibatkan keseimbangan dan pribadi yang sehat, sebaliknya apabila remaja gagal mencapai identitas diri maka remaja berada pada situasi kritis identitas atau kekacauan identitas. Hal ini akan membawa remaja pada gangguan psikologis karena remaja sering menghadapi konflik, kebingungan bahkan ketidakpastian pada dirinya dan gangguan psikologis ini akan tampak pada perilaku remaja yang mudah marah, mudah tersinggung dan sebagainya.
nah itulah kenapaa perkembangan diri dan identitas ini penting untuk dibentuk oleh setiap individu terutama anak-anak yang beranjak remaja..


nah truss nii terkadang pastii kita sering bertanya-tanya siapa sih diri kita ini ?? betul gak??:p
nah diri kita ini pada dasarnya merupakan awal dari segala hal yang berhubungan dengan pengembangan diri.
Kita sebagai individu sering mengkaitkan identitas diri dengan segala hal yang kita punya: pekerjaan, keluarga, hobi, dll. Ketika seseorang bertanya, "kamu siapa?", biasanya kita cenderung menjawab, "aku mahasiswi di UB jurusan psikologi" atau "aku rien saudaranya fien".
(beehh siapaa yang tanyaa??wkwkwkwk;p)

pasti kita gag pernah berpikirkan kalo jawaban kayak gini itu cenderung mendorong kita ke kotak yang sempit?*bahasaamuu nduuk.., Ini karena kita menghubungkan siapa kita dengan jabatan atau status kita. Padahal semua itu hanya bersifat sementara yang satu hari pasti akan musnah.

Nah, kalau kita ingin mengembangkan diri, kita sebaiknya mulai bertanya dengan jujur siapa diri kita sebenarnya diluar segala hal yang sifatnya sementara.
Diri kita yang sesungguhnya adalah sesuatu yang tidak pernah pudar dan selalu berkembang. Diri kita tidak terwakili oleh sekedar pekerjaan, status, uang, dsb. Ketika kita menyadari hal ini kita akan terbebas dari belenggu keterbatasan dan pada saat yang sama membuka ruang seluas-luasnya untuk belajar dan tumbuh.
Mengapa banyak orang gagal padahal mereka punya uang dan berpendidikan tinggi? Jawaban singkatnya adalah meskipun uang dan pendidikan adalah hal penting tetapi itu semua bukan faktor yang menentukan sebuah keberhasilan. Sebaliknya kesadaran diri bahwa kita adalah individu tak terbatas dan selalu berkembang bisa mengundang uang, pendidikan dan dukungan dari orang-orang disekitar kita sebagai pembuka jalan menuju keberhasilan.

Banyak kisah orang sukses yang dimulai hanya dengan sebuah tekad. Mereka mampu melewati rintangan yang menghadang. Jatuh dan bangkit kembali sampai akhirnya menemukan jalan menuju keberhasilan.
Tentunya keberhasilan tidak bisa dicapai dalam satu malam. Tetapi dengan kesadaran bahwa kita adalah individu tak terbatas, selalu berkembang, dan terbebas dari penjara identitas akan menumbuhkan konsistensi dalam mengembangkan diri sehingga suatu hari kita bisa berkata, "Saya bangga dengan keberhasilan saya". :D

hemmm..membahas tentang perkembangan diri dan identitas ini lumayan menarik jugaa yaa..
alnyaa tiap manusia atau diri seseorangkan pasti butuh membentuk identitas dan perkembangan dirinyaa donk..ya gag?? *yaa dooongg!!:) jadii pastinya tiap individu bakal trus dan trus mencari tau siapa dirinya yang sebenarnya sampai individu itu yakin dan tau dengan mantab siapa dirinyaa,begitu pula sayaa..;)*siapaa yang tanya nduukk..;p
heemm..okk..capek jugaa nii..kayaknya ampe sini aja nulis tentang perkembangan diri dan identitas,moga-moga bisa bermanfaat,,oyii..^^v

Selasa, 11 Mei 2010

perkembangan emosi

tulisan keduaa nii..hehe..tentang perkembangan emosi pada anak..
hemm..kalo dipikir secara gampangnya sii emosi ituu sendirii menurutkuu..suatu tindakan atau perkataan seseorang yang gak bisa kita trima dan akhirnya menimbulkan reaksi seperti marah,kesal,jengkel dan lain sebagainyaa..

nah di dalam emosi ada Pengalaman emosional yang pada tiap tahapnya merupakan dasar perkembangan kemampuan koginitif, sosial, emosional, bahasa, keterampilan dan konsep diri di kemudian hari. Tahapan tersebut saling berhubungan, tahapan yang lebih awal akan mempersiapkan tahapan selanjutnya. truss nii yaa kaloo misalnya aje Anak-anak yang diasuh dengan penuh kehangatan,cinta,kasih sayang,kasih uang*LOH???;p.. dan tidak mengalami gangguan perkembangan biasanya akan mencapai tahapan terakhir secara otomatis pada usia 4-5 tahun, namun anak-anak dengan kebutuhan khusus membutuhkan bantuan dari orang tua dan profesional untuk
bisa mencapainya dengan lebih perlahan looo,,tapii Kapan / pada usia berapa tercapainya bukan merupakan hal yang penting bila dibandingkan bagaimana pencapaiannya.siippp dagh..hal yang perlu diperhatikan nii..;)

nah nii ada 6 tahapan emosi yang kudu dilalui oleh setiap anak..

1.REGULASI DIRI DAN MINAT TERHADAP LINGKUNGAN

Kemampuan anak untuk mengolah rangsang dari lingkungan dan menenangkan diri. Bila anak masih belum mampu meregulasikan diri maka ia akan tenggelam dalam usaha mencari rangsang yang dibutuhkannya atau sebaliknya menghindari rangsang yang membuatnya tidak nyaman. Dengan demikian ia tidak bisa memperhatikan lingkungan secara lebih bermakna.

2. KEAKRABAN-KEINTIMAN

Kemampuan anak untuk terlibat dalam suatu relasi yang hangat, akrab, menyenangkan dan penuh cinta. Pengasuh merupakan hal terpenting dalam dunianya.maksudnya pengasuh yaa orang tuaa gituu..

3. KOMUNIKASI DUA ARAH

Kemampuan anak untuk terlibat dalam komunikasi dua arah, menutup siklus komunikasi (aksi-reaksi). Komunikasi di sini tidak harus verbal, yang penting ia bisa mengkomunikasikan intensi/tujuannya dan kemudian mengenal konsep sebabakibat (berpikir logis) dan konsep diri. la mulai menyadari bahwa tingkah lakunya berdampak terhadap lingkungan. Sehingga mulai muncul keinginan untuk aktif memilih/ menentukan pilihan dan berinisiatif


4.KOMUNIKASI KOMPLEKS

Kemampuan anak untuk menciptakan komunikasi kompleks (sekitar 10 siklus), mengekspresikan keinginan dan emosi secara lebih berwarna, kompleks dan kreatif. Mulai menyertakan keinginannya dalam bermain, tidak hanya mengikuti perintah atau petunjuk pengasuh/orang tua. Selanjutnya hal ini akan menjadi dasar terbentuknya konsep diri dan kepribadian. la mampu memahami pola karakter dan tingkah laku orang lain sehingga mulai memahami apakah tingkah lakunya disetujui atau tidak, akan dipuji atau diejek, dll sehingga mulai berkembang kemampuan memprediksi kejadian dan kemudian mengarah pada kemampuan memecahkan masalah berdasarkan keurutan logis.

5. IDE EMOSIONAL

Kemampuan anak untuk menciptakan ide, mengenal simbol, termasuk bahasa yang melibatkan emosi. Kemampuan menciptakan ide awalnya berkembang melalui permainan pura-pura yang memberikan kesempatan bereksperimen dengan perasaan, keinginan dan harapan. Kemudian ia mulai memberi nama pada benda-benda sekeliling yang berarti, disini ia mulai mengerti penggunaan simbol benda konkrit. Kemudian simbol menjadi semakin meluas pada aktifitas
dan emosi dan ia belajar kemampuan memanipulasi ide untuk memenuhi kebutuhan dan keinginannya.

6. BERPIKIR EMOSIONAL

Kemampuan anak untuk menciptakan kaitan antar berbagai ide sehingga mampu berpikir secara logis dan sesuai dengan realitas. Mampu mengekspresikan berbagai emosi dalam bermain, memprediksi perasaan dan akibat dari suatu aktifitas, mengenal konsep ruang, waktu serta bisa memecahkan masalah secara verbal dan memiliki pendapatnya sendiri. Bila anak bisa mencapai kemampuan ini maka ia akan siap belajar berpikir abstrak dan mempelajari strategi berpikir.

nah itu tadi 6 tahapan emosi anak..
tapii juga ada beberapa tips untuk merangsang perkembangan emosi anak..:D
intiipp yuukkk..

nih yang pertamaa..
1. Tenangkan anak, terutama saat ia marah atau tidak senang, dengan memeluk hangat, lembut tetapi erat, Jangan tegang atau kuatir karena hal tersebut akan dirasakan oiehnya dan semakin membuatnya tidak tenang.
2. Cari cara interaksi yang bisa memancing keterlibatan, ekspresi wajah, bunyi, sentuhan, dll. Perhatikan profil sensoriknya.
3. Cari berbagai pendekatan, eksplorasilah bersama-sama sampai menemukan cara mana yang paling disukainya.
4. 'Bacalah' dan berespon terhadap sinyal emosi anak, ada saat ia membutuhkan kedekatan namun ada juga saat ia ingin menjadi lebih asertif dan mandiri. Ikuti apa yang diinginkannya, jangan memaksakan 'agenda' kita.
5. Tunjukkan kegembiraan, antusiasme dan gairah dalam berinteraksi
6. Doronglah anak untuk melangkah ke tahap perkembangan berikutnya;
mengambil inisiatif, memecahkan masalah, bermain pura-pura, membahasakan emosi, menghadapi realitas dan bertanggung jawab terhadap tingkah lakunya (konsekuen)
7. Jangan terlalu/kurang menstimulasi dan memancing interaksi
8. Jangan terlalu mengontrolnya, ikuti pola dan keinginan anak
9. Jangan terlalu konkrit dalam bermain padahal ia sudah beralih ke tahap yang lebih abstrak, ikuti pola berpikir dan imajinasinya.
10. Jangan menghindari area emosi yang tidak disukainya, supaya anak belajar juga menghadapinya
11. Jangan mundur bila anak bereaksi emosi keras, tetaplah pada tujuan (konsisten) tetapi tenangkan dia.

heemmm..gimanaa?? kayaknyaa udaa cukup nii akuu nulis tentang materii perkembangan emosi anak..moga2 bisa bermanfaat bagii temen-temen yang nantinya mau punyaa anak..;p
biar bisa lebih gimanaa gtu ngurus anaknyaa ..*maksudnyaa gimana-gimana tu gimana to???(LOh???)wkwkwkwkkwk..
tambah gak jelas..maklum udaa pusing..antara ada dan tiadaa *lak lebaii..hohohoo..
^^v

Selasa, 04 Mei 2010

perkembangan bahasa

wew..pertama kalii ngisi blog nii..hehe..
udah gitu langsung kudu ngisi materi tentang perkembangan Bahasa..bingung jugaa sii..tapii di coba buat nulis walaupun rada gag jelas yoo gpp iaa..hwehehehe^^v..
perkembangan bahasaa..??eemmmhh..
kaloo singkatnya sii perkmbangan bahasaa ituu adalah segala bentuk komunikasi di mana pikiran dan perasaan scseorang disimbolisasikan agar dapat menyampaikan arti kepada orang lain.jadii lebih tepatnyaa yaa apa yang kita ingin bicarakan Oleh orang lain ya kita ungkapkan dengan berbicara atau berkomunikasi dengan orang tersebut.*getuw loo..;p*
nah, perkembangan bahasa ini juga dimulai dari tangisan pertama sampai anak mampu bertutur kata. Perkembangan bahasa terbagi atas dua periode besar, yaitu: periode Prelinguistik (0-1 tahun) dan Linguistik (1-5 tahun).
dan juga Ada tiga faktor paling signifikan yang mempengaruhi anak dalam berbahasa, yaitu biologis, kognitif dan lingkungan.

nah Evolusi biologi ini menjadi salah satu landasan perkembangan bahasa. Mereka menyakini bahwa evolusi biologi membentuk manusia menjadi manusia linguistik. Noam Chomsky (1957) juga yakin bahwa manusia terikat secara biologis untuk mempelajari bahasa pada suatu waktu tertentu dan dengan cara tertentu. Ia menegaskan bahwa setiap anak mempunyai language acquisition device (LAD), yang merupakan kemampuan alamiah anak untuk berbahasa. Tahun-tahun awal masa anak-anak merupakan periode yang penting untuk belajar bahasa (critical-period). Jika pengenalan bahasa tidak terjadi sebelum masa remaja, maka ketidakmampuan dalam menggunakan tata bahasa yang baik akan dialami seumur hidup.

nah yang kedua ini ada Faktor kognitif individu yang merupakan satu hal yang tidak bisa dipisahkan pada perkembangan bahasa anak. Para ahli kognitif juga menegaskan bahwa kemampuan anak berbahasa tergantung pada kematangan kognitifnya (Piaget,1954).
Misalnya, sapaan lembut dari ibu/ayah ia dengar dan belaian halus, ia rasakan, kedua hal ini membentuk suatu simbol dalam proses mental anak.

yang ketiga ada lingkungan luar Pada umumnya anak diperkenalkan bahasa sejak awal perkembangan mereka, salah satunya disebut motherse, yaitu cara ibu atau orang dewasa membantu anak belajar bahasa melalui proses imitasi dan perulangan dari orang-orang di sekitarnya.

Bahasa pada bayi berkembang melalui beberapa tahapan umum:
  • mengoceh (3-6 bulan)
  • kata pertama yang dipahami (6-9 bulan)
  • instruksi sederhana yang dipahami (9-12 bulan)
  • kata pertama yang diucapkan (10-15 bulan)
  • penambahan dan penerimaan kosa kata (lebih dari 300 kata pada usia 2 tahun).
  • tiga tahun ke depan kosa kata akan berkembang lebih pesat lagi

Pengenalan bahasa yang lebih dini dibutuhkan untuk memperoleh ketrampilan bahasa yang baik. Tiga faktor diatas saling mendukung untuk menghasilkn kemampuan berbahasa.

hemm..kayaknyaa cukup seginii yang aq tauu tentang nii materii..hehehehe..
yaa moga2 gag salah sii..
kalo ada kritikan,masukan,hujatan *beehh serem ameett..* atoo ada yg mw kasih angpao *wah boleh nii..* hohohoho..
silakeun saiijaa di isii komentarnyaa..hehehe..
ditungguu iaaa..^^v